Misteri Dabbah Binatang Melata Pembawa Pesan Keimanan Sebagai TANDA KIAMAT

Apakah itu Dabbah? Mengapa banyak orang yang mewaspadai kemunculannya?

Di antara tanda Kiamat kubro – setelah pintu taubat ditutup dengan terbitnya matahari dari barat– adalah keluarnya binatang bumi yang lain dari biasanya, di mana ia boleh berbicara kepada manusia dan memilah-milah mana mukmin dan mana kafir untuk melengkapi maksud ditutupnya pintu taubat. Munculnya tanda ini sama dengan tanda-tanda yang lain berdasar kepada al-Qur’an dan sunnah.




Firman Allah, “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahawa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (An-Naml: 82).

Boleh saja ayat ini ditafsirkan bahawa binatang yang dikenal sebagai Dabbah mampu berbicara dengan manusia sebagaimana Allah maha menciptakan segala sesuatu. Kalaupun binatang ini tidak berbicara mungkin dia membawa pesan-pesan ilahiah sehingga manusia menyimpulkan dari pesan-pesan yang dibawanya bahwa orang-orang zaman dulu atau sebelumnya tidak beriman kepada Allah sehingga mereka telah diazab.  Pesan-pesan itu boleh saja berupa gen-gen tubuhnya yang luar biasa  kompleks tapi mampu dibaca oleh analisis-analisis modern.  Kalau kita pernah saksikan  ada  binatang atau fenomena  alam yang bertulis  lafaz Allah mungkin juga si Dabbah  menunjukkan hal serupa.

Pertanyaanya apakah Dabbah itu akan muncul begitu saja? Dan di negara atau daerah manakah dia akan muncul? Apakah di hutan Amazon atau di Lost World Papua atau di Timur Tengah? Lalu bagaimana bentuknya? Ibnu Katsir tidak begitu mempercayai berbagai keterangan yang ada. Sebaliknya dia meminta kita umat Islam mempercayai apa adanya yang tertera di Quran.

Terlepas dari kemunculan Dabbah adalah salah satu tanda kiamat, sangat menarik bila kita kaitkan kemunculan Dabbah dengan pesatnya perkembangan iptek dewasa ini.  Diketahui bahwa bumi yang kita pijak ini adalah kulit terluar dari lapisan bumi. Bumi memiliki lapisan-lapisan yang makin ke dalam makin panas dan berbentuk cairan. Menurut para ahli di lapisan-lapisan bumi mungkin saja terdapat kehidupan bagi mahluk-mahluk tertentu. Jangan-jangan si Dabbah ini belum keluar lantaran dia masih terkurung oleh zaman dan kemajuan iptek. sehingga bukan mustahil begitu iptek berkembang sangat cepat maka dia akan keluar dari habitatnya. 

Biasanya Allah memberitahukan sebuah peristiwa tidak secara eksplisit. Allah selalu memberitakan tanda-tandanya sehingga  hanya orang-orang tertentu saja yang dapat memahaminya.  Dalam Quran seringkali Allah mengatakan hanya orang-orang pilihan yang mampu memahami ayat-ayatNya. Mungkin kalangan ilmuwan biology yang lebih dahulu tahu tentang  kemunculan si Dabbah ini.

Sifat Binatang Ini

Di antara sifat binatang yang dijadikan oleh Allah sebagai salah satu tanda Kiamat adalah bentuk dan perbuatannya yang lain dari biasanya, ia bisa berbicara dan berdialog dengan manusia dan dia memberi cap iman atau kufur kepada mereka.

Sebagaimana keterangan yang ada di dalam hadits Abu Umamah bahwa Rasulullah bersabda, “Binatang bumi itu keluar maka ia memberi cap kepada manusia di wajah mereka. Kemudian jumlah mereka meningkat sehingga seseorang membeli unta dia ditanya, ‘Dari siapa kamu membeli unta itu?’ Dia menjawab, ‘Dari salah seorang yang dicap wajahnya…’.” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah nomor 322).

Keterangann lebih dari ini tentang sifat-sifat dan ciri-ciri binatang ini maka ia hanyalah perkakataan orang-orang tertentu yang perlu dibuktikan dengan hadits yang shahih dari Rasulullah saw, jika tidak maka cukuplah hadits shahih sebagai pemberi keterangan, selebihnya wallahu a'lam.

Binatang apakah ini? Banyak sekali pendapat tentangnya di mana satu sama lainnya saling berselisih. Para pengikut hawa nafsu berusaha membelokkan nash ke arah yang sesuai dengan akidah dan hawa nafsu mereka, maka ada yang mengatakan bahwa binatang ini adalah Ali bin Abu Thalib, bahwa dia akan kembali ke dunia dengan sifatnya. Ada yang mengatakan ia adalah ular yang berada di sumur Makkah. Ada yang mengatakan ia adalah Jassasah yang ada di laut Qalzam. Ada yang mengatakan bahwa ia adalah anak unta Nabi Shalih, ketika induknya dibunuh ia kabur kemudian ada batu yang terbuka lalu dia masuk ke dalamnya, kemudian ia kembali tertutup maka anak unta ini berada di situ sampai akhirnya ia keluar dalam bentuk binatang ini. Ada yang mengatakan bahwa ia adalah bibit penyakit. Dan masih banyak lagi pendapat-pendapat lain tetapi semua itu tidak berdasar kepada sandaran yang shahih bahkan tidak pula dhaif.

WALLAHU ALAM BISHAWAB

0 comment... add one now